24 April 2010

[kkn-watch] Vonis Achmad Sujudi Tidak Memuaskan



Refeleksi : Kalau korupsi Rp 104 miliar dijatuhi hukuman penjara dua tahun tiga bulan, sangat lumayan bagi terdakwa.  Waktu dua tahun berjalan cepat dan bisa dianggap berisirahat.  Setelah dibebaskan dari hukuman penjara bisa goyang kaki, ambil isteri muda dan hidup nyaman sentosa dengan hasil korupsi.
 
 
Sabtu, 24 April 2010 12:10

Vonis Achmad Sujudi Tidak Memuaskan


Jakarta - Pengadilan Tin­dak Pidana Korupsi (Tipikor) menjatuhkan vonis penjara dua tahun tiga bulan terhadap mantan Menteri Kesehatan Achmad Sujudi.

Namun, Ach­mad Sujudi dan Jaksa Pe­nuntut Umum tidak puas de­ngan keputusan tersebut.
Ketua tim Jaksa Katarina Girsang mengatakan akan mempertimbangkan untuk me­ngajukan banding atas pu­tu­san tersebut. "Kita akan pikir-pikir dulu selama tujuh hari," ujar Katarina usai sidang pembacaan putusan kasus korupsi alat kesehatan di Departemen Kesehatan tahun 2003.


Pada sidang yang berlangsung Jumat (23/4) itu, hakim menyatakan Achmad tidak terbukti melakukan per­bua­­tan yang dituduhkan jaksa. Dia hanya diganjar berdasarkan pasal pengganti (subsider) yaitu Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 mengenai Tindak Pidana Korupsi atau yang telah diubah menjadi Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001. Vonis tersebut lebih ringan dari tuntutan jaksa yang meminta mantan menteri era Megawati tersebut dihukum lima tahun penjara karena diduga melanggar Pasal 2 Ayat 1 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Dalam putusannya, hakim juga meminta Komisi Pem­be­rantasan Korupsi (KPK) me­ngembalikan uang Rp 700 juta milik Sujudi. Uang itu pernah disita oleh KPK, karena meng­anggap Sujudi menerimanya dari rekanan Departemen Kesehatan yang ditunjuk langsung untuk melakukan pengadaan. Tetapi majelis hakim menilai uang tersebut sama sekali tidak terkait dengan perkara tersebut.


"Terdakwa tidak menerima uang pemberian dalam proyek pengadaan Alkes. Saksi-saksi juga tidak menyebut pemberian uang kepada terdakwa," kata Hakim  Sofialdi saat mem­bacakan putusan itu.
Hakim menyebutkan, mes­ki perbuatan Sujudi secara bersama-sama telah merugi­kan keuangan negara, namun tidak terbukti dirinya menerima uang tersebut.


Achmad Sujudi sendiri usai sidang menyatakan masih akan berpikir-pikir untuk mengajukan banding. Dia kembali menegaskan dirinya sama sekali tidak menerima apa pun dari proyek Penga­daan Alat Kesehatan tersebut. Dia beralasan penunjukan langsung pengadaan alat kesehatan untuk kawasan timur Indonesia memang perlu karena situasi dan kondisi darurat di sana. "Yang penting alat-alat itu sekarang sudah berguna," ujarnya.


Kasus korupsi pengadaan alat kesehatan bagi kawasan ti­mur Indonesia itu menurut per­hitungan KPK, telah meru­gi­kan keuangan negara sebesar Rp 104,47 miliar. Modusnya ia­lah penunjukan langsung pe­ru­sahaan yang mengadakan alkes serta penggelembungan ha­rga yang tidak wajar. (vidi vici)

 


__._,_.___


Website: http://kkn-watch.blogspot.com




Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

20 April 2010

[kkn-watch] Undangan Launching dan Press Release Advokasi Anak Jalanan



PAHAM JAKARTA mengundang rekan-rekan pemerhati anak jalanan untuk hadir memeriahkan acara Launching program PAHAM JAKARTA "ADVOKASI ANAK JALANAN" pada :

Hari/Tanggal : Rabu, 21 April 2010
Waktu : 19.00 s/d 21.00
Tempat : TUGU SENEN, Jak-Pus (dekat Stasiun Senen)
Acara : Launching Program "ADVOKASI ANAK JALANAN"
Pengisi Acara : Kreasi Seni dari Komunitas Anak Jalanan

Demikian Undangan ini kami sampaikan.

PAHAM Jakarta Sahabat Anak Jalanan

Salam hormat,
Direktur PAHAM JAKARTA


NASRULLOH NASUTION, SH



__._,_.___


Website: http://kkn-watch.blogspot.com




Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

[kkn-watch] Jack Spadaro, Simon, Suku Dayak Kelian dan Daya Rusak Tambang

Jack Spadaro, Simon, Suku Dayak Kelian dan Daya Rusak Tambang

Sebelumnya Jack Spadaro, Simon serta masyarakat adat Dayak Kelian tidak
pernah menyangka bahwa tambang membawa bencana dan masalah.

Jack Spadaro melihat sungai dan lahan di utara Kentucky dan Virginia
Barat, bagian Utara Amerika Serikat dibanjiri tumpahan limbah batubara.
Masyarakat Adat Kelian di Kalimantan Timur harus terusir dari tanah
leluhurnya karena diambil tambang emas PT KEM. Dan Simon menemukan
kenyataan pahit atas perusahaan tambang raksasa Rio Tinto yang sahamnya
ia warisi dari sang nenek.

Cerita tersebut dapat kamu saksikan di film-film Sludge, The Company We
Keep dan Surat Untuk Rio Tinto.

Tiga film diatas adalah bagian dari 20 film keren yang akan diputar
berdasarkan pilihanmu <http://www.jatam.org/content/blogcategory/75/85/>
dalam acara KONSULTASI PUBLIK JATAM
<http://www.jatam.org/content/view/1266/81/> PADA 2 MEI 2010 di Galeri
Cipta II Taman Ismail Marzuki, Jakarta.

Segera pilih film favoritmu untuk diputar. Ditunggu sampai 27 April 2010.

Buka informasi lengkapnya di
http://www.jatam.org/content/blogcategory/75/85/


------------------------------------

Website: http://kkn-watch.blogspot.com
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/KKN-Watch/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/KKN-Watch/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
KKN-Watch-digest@yahoogroups.com
KKN-Watch-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
KKN-Watch-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

[kkn-watch] Masya Allah!. Cengkeh Selundupan Disegel Pakai Rafia



Masya Allah!. Cengkeh Selundupan Disegel Pakai Rafia, DPRD Kuak Main-main Bea Cukai

Dugaan pejabat Bea Cukai Tanjung Perak "main-main" dalam kasus 92 kontainer cengkeh dan tembakau asal Suriname, dikuak Komisi A DPRD Jatim. Dalam sidak kemarin (19/4), komisi bidang hukum kaget cengkeh yang diimpor PT Bibis, perusahaan milik Sadikin, pengusaha yang dikenal pemain kayu. Pasalnya, barang impor itu sudah dikeluarkan dari kontainer. Ironisnya, sebagian cengkeh dikirim ke PT Gudang Garam Tbk Kediri. Padahal, PT Bibis, yang dipimpin Seger, tak memiliki izin impor. Kasus ini kini menarik. Selain LIRA dan DPRD Jatim, Polres KP3 Tanjung Perak juga melakukan penyelidikan. Petugas KP3 juga terkenyak. Barang bukti (BB) cengkeh disegel hanya dengan tali rafia. Masya Allah!

Senin pagi kemarin (19/4), Anggota Komisi A DPRD Jatim melakukan sidak mendadak ke Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Tanjung Perak Surabaya. Depo Indra Jaya Swastika (IJS) di Jl Kalianak, sebagai tempat cengkeh disegel oleh Bea Cukai, juga ditelisik. kali ini, Kepala Bea Cukai Tanjung Perak Chairul Saleh dan Kasi P2 Iwan K, yang biasa memeriksa eksportir dan importir, diinterogasi oleh wakil rakyat Jawa Timur.

Dari menginterogasi Chairul dan Iwan K serta sidak di lapangan, anggota dewan, dibuat terperangah. Masya Allah, BB sudah tak di dalam kontainer. Yang dijumpai hanya sekitar 500 sak cengkeh yang disegel. "Mana lainnya?" tanya Saut Marisi Simanjuntak SH, anggota komisi A. Dengan agak gugup, Kasi P2 Bea Cukai Iwan K menjawab, 60 kontainer lainnya sudah berpindah ke gudang PT Gudang Garam Kediri. Sedang 7 kontainer lainnya masih di gudang PT Bibis, milik Sadikin. "Namun itu masih dalam pengawasan dan disegel," kata Iwan K.

Mendapat jawaban itu, anggota DPRD Jatim bakal mengecek ke PT Gudang Garam. "Besok (hari ini, red) kita akan ke PT Gudang Garam Kediri, untuk kroscek. Siapa tahu cengkeh dan tembakaunya sudah dipakai," tutur politisi Demokrat ini.

Ahmad Jabir dari Fraksi PKS juga mencurigai Bea Cukai. Kata dia, kasus serupa seperti importasi cengkeh tanpa dokumen lengkap diindikasikan sering terjadi di Bea Cukai. Barang sudah masuk, tapi kelengkapan administrasinya masih belum beres. Anehnya, Bea Cukai memberi toleransi. "Artinya ini bisa dikategorikan adanya kesalahan. Jika kesalahan itu dilakukan dengan sengaja, maka ini sarat permainan. Kita akan melakukan pengawalan. Bila perlu hingga ke Departemen Perindustrian Perdaganagan untuk menjernihkan segala bentuk aturannya," ungkapnya.

Wajar saja kecurigaan anggota dewan ini. Sebab, di belakang PT Bibis ini disinyalir ada "pemain" besar. Informasi yang dihimpun, PT Bibis ini dijalankan oleh pengusaha bersama Seger. Namun, dia diback up oleh pemain kayu bernama Sadikin.

Namun, Chairul Saleh membantah pihaknya main-main dalam penanganan importasi cengkeh ini. "Kami hanya pelaksana teknis peraturan Departemen Perdagangan," kata Chairul. "Juga tidak ada importer binaan seperti isu yang beredar," imbuhnya menegaskan.

KP3 Ikut Lidik
Rupanya tidak hanya pihak DPRD Jatim yang turun. Polres KP3 Tanjung Perak juga melakukan penyelidikan terkait kasus importasi cengkeh oleh PT Bibis ini. Kasat Reskrim Polres KP3 Tanjung Perak AKP Setyo membenarkan pihaknya melakukan penyelidikan kasus tersebut. Namun, dia masih enggan mengungkapkan hasilnya. "Ini masih dalam penyelidikan. Jika nanti sudah tingkat penyidikan baru kami akan membeberkannya," kata Setyo yang dihubungi terpisah.

Namun, sumber di KP3 menyebutkan, petugas melakukan penyelidikan setelah ada berita jika 92 kontainer cengkeh itu diduga "dimainkan" pejabat Bea Cukai Tanjung Perak. Bahkan, dalam penyelidikan menemukan BB cengkeh itu hanya disegel dengan tali rafia. "Ini kan aneh," ucap dia.

Eko Pujiono SH, dosen hukum Universitas Hang Tuah, melihat ada yang ganjil dalam penyegelan BB cengkeh itu. Menurutnya, teknis penyegelan BB memang tidak diatur dalam KUHAP. "Tapi jika cuma pakai tali rafia, jelas aneh," terang dia.

Karena itu, dia meminta wartawan agar menanyakan, apakah penyegelan itu dibuatkan berita acara atau tidak. Hal sama diungkapkan advokat Iwan Kuswardi SH. Menurutnya, untuk cengkeh yang ada dalam kontainer yang tidak dilengkapi dokumen yang sah mestinya tetap disegel dalam kontainer. Namun, karena dengan alasan barang bukti tersebut bisa rusak maka boleh untuk dikeluarkan. "Tapi perlu dicek, kenapa Bea Cukai melakukan itu," ujarnya. n

http://www.surabayapagi.com/index.php?p=detilberita&id=47373


PT Gudang Garam Bungkam
Meski Bea Cukai Tanjung Perak mengakui 60 kontainer cengkeh telah disegel di gudang PT Gudang Garam Tbk, tapi manajemen pabrik rokok ini enggan mengakui. Kabag Humas PT Gudang Garam Yuli saat dikonfirmasi cenderung menutupinya. "Maaf mas , saya benar-benar tidak bisa menjelaskan soal pengiriman cengkeh dan tembakau tersebut," tutur Yuli, kemarin.

Disinggung soal 60 kontainer bermasalah, Yuli mulai kelabakan. "Coba nanti saya cek dulu-lah. Saya tidak bisa memberikan keterangan kalau tidak melihat sendiri," kilah Yuli.

Sementara itu, sumber karyawan PT Gudang Garam di unit IX bagian tembakau, yang ditemui Surabaya Pagi mengatakan, biasanya kiriman cengkeh atau tembakau yang masuk gudang tidak mungkin dibiarkan berada di dalam kontainer. "Nggak ada kontainer segelan yang ada di Gudang Garam sekarang. Beberapa waktu lalu memang datang kontainer berisi cengkeh dan tembakau, tapi langsung dibongkar," ungkap sumber ini yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Ia menambahkan, saat ini memang ada salah satu gudang di unit IX milik PT Gudang Garam yang disegel Bea Cukai. "Tapi bukan kontainernya yang disegel, tapi gudang tembakaunya. Sebab, tembakau tersebut sudah dibongkar dan diturunkan dari kontainer beberapa waktu lalu. Setelah itu beberapa hari kemudian pihak Bea Cukai datang ke PT. Gudang Garam dan melakukan penyegelan," papar dia. n ak

http://www.surabayapagi.com/index.php?p=detilberita&id=47372



__._,_.___


Website: http://kkn-watch.blogspot.com




Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

19 April 2010

[kkn-watch] Tentang website A. Umar Said



                       Tentang website A. Umar Said

 

 

Tidak lama lagi, website  http://umarsaid.free.fr akan dikunjungi lebih dari 600.000 kali. Sampai berita ini ditulis, tanggal 18 April 2010 sore, website ini telah dibuka  599 970 kali oleh pengunjung dari 40 negara di berbagai benua. Oleh karena tiap hari (selama 24 jam) website ini dikunjungi rata-rata 150 sampai 200 kali (kecuali pada hari-hari week-end), maka angka 600 000  akan segera terlampaui.

 

Angka 600.000 kunjungan ini termasuk « lumayan » bagi suatu personal website,  yang mulai diluncurkan 6 tahun yang lalu.

 

Sejak itu, angka statistik yang mencatat setiap kali website ini dibuka oleh pembaca dari berbagai negara itu (terutama dari Indonesia, tetapi juga dari Holland,Jerman, Prancis, Inggris, Amerika, China, Hongkong, dan banyak negeri lainnya)  berubah  setiap hari. Ini dapat dibaca oleh setiap pembaca di halaman utama (index) website di sebelah kiri bagian atas.

 

Untuk selanjutnya,  website http://umarsaid.free.fr akan tetap berusaha menyediakan berita-berita utama di bidang politik, ekonomi, sosial, dan tetap  menitik beratkan diri pada pemblejedan dosa-dosa besar rejim militer Suharto, partisipasi dalam gerakan menentang neo-liberalisme, penyebaran kembali ajaran-ajaran revolusioner Bung Karno.

 

Website http://umarsaid.free.fr akan tetap disajikan sederhana (tanpa banyak hiasan dan gambar atau foto, yang membutuhkan pulsa yang banyak) dan hanya mengutamakan teks. Namun, kalau diperlukan sekali, perubahan-perubahan atau pengecualian akan dilakukan, mengingat pentingnya persoalan.

 

Paris,  18 April 2010

A. Umar Said

 



__________ Information from ESET NOD32 Antivirus, version of virus signature database 5036 (20100417) __________

The message was checked by ESET NOD32 Antivirus.

http://www.eset.com


__._,_.___


Website: http://kkn-watch.blogspot.com




Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___